Bermain Air di Wisata Jopuro

                                                                                                                                                                                                                             Pemandian alam berisi air dari Sumber Kajar         

     Gelak  bocah yang sedang bermain air di Wisata Jopuro  dan suara gemericik air, menyatu bagai musik rancak  menggembirakan. Hawa segar pegunungan yang mengalun dan cantiknya pemandangan alam sekitar, menambah riang suasana. wisatawan pun semakin betah berlama-lama berada di tempat ini.

Lokasi dan ide membangun Wisata Jopuro

     Wisata Jopuro berada di Dusun Rejopuro, Desa Karanganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Tempat ini menyediakan pemandian alam, berisi air jernih dari Sumber Kajar. Beberapa kolam dibangun di lahan yang sebelumnya ditanami selada. Lahan ini bagai lembah diantara dua terasiring sawah.

      Pada tahun 2017, pemandian ini mulai dibangun atas ide Ifan, warga Banyuwangi yang sering mengunjungi Dusun Rejopuro dan melihat adanya potensi yang besar. Ide   ini disambut baik oleh Rayis dan Samsuri, warga asli Dusun Rejopuro. Setelah berembuk dengan warga dusun, dimulailah membangun satu kolam kecil.

     Bermain air di Wisata Jopura sangat mengasyikkan dan aman. Hal ini menjadi magnit wisatawan berdatangan.  Seiring dengan perkembangan, dan untuk memberikan kenyamanan, dibuatlah kolam lainnya yang lebih besar.

     Wisata Jopuro dapat ditempuh sekitar 20 menit berkendara dari Kota Banyuwangi. Karena tidak ada angkutan umum, maka wisatawan memakai kendaraan sendiri, dengan motor atau mobil.

                                                                       Air dan tumbuhan. Perpaduan yang segar

Berenang dan keli-kelian 

     Air sumber yang mengalir, ada yang masuk ke sungai dan ada yang ditampung di kolam. Wisatawan dapat memilih tempat yang disukai. Tiga kolam disediakan dengan kedalaman berbeda. Kolam untuk anak-anak 40 cm dan kolam untuk orang dewasa 110 cm.

    Wisata  air ini menyewakan ban dalam mobil besar, yang dapat dipakai untuk pegangan dan memasukkan badan di lubang saat berenang, atau menaikinya dan didorong teman/keluarga  sambil bercanda. Namun, ada pula yang ingin merasakan pengalaman berpetualang, dengan menaiki ban di sungai mengikuti aliran air, sehingga kegiatan ini disebut keli-kelian atau hanyut-hanyutan. 

                                                                                     Riangnya bermain air

Kuliner tradisional

     Beberapa warung menjual makanan tradisional Banyuwangi, seperti: sego/nasi tempong, semanggi dengan sambal serai, kucur, ote-ote, tahu walik, pisang goreng dan lainnya. Bila ingin makanan hangat, tersedia mi rebus dan teh serta kopi.

     Makanan tradisional lainnya, seperti: pecel pitik, ayam kesrut, koro uyah asem, dan  sambal lucu, bisa dinikmati, tetapi harus pesan terlebih dahulu. Makanan yang terakhir, sambal lucu, adalah irisan kecombrang yang diuleg dengan sambal terasi. Rasanya sangat spesial, mirip dengan daun mint.

     Wisatawan dapat menikmati makanan tradisional tersebut di warung atau di gazebo. Gazebo ini pun dapat dipergunakan sebagai tempat menunggu, bagi anggota keluarga yang tidak ikut bermain air.

                                                 Ibu Supiyati membuat kuwe kucur di warungnya, di tepi pemandian
 

Kegiatan penunjang

     Wisatawan dapat menikmati keindahan alam di sekitar pemandian, dengan berjalan-jalan di joging trek, melewati sawah dan ladang. Di perjalanan, dapat melihat pohon manggis, durian, rambutan, duku, langsep, kepundung, coklat, nangka, kluwek, kopi, dan lainnya. Disamping itu juga ada aneka sayuran dan budidaya ikan koi.

     Kegiatan lainnya dapat dilakukan di tempat ini, seperti: seni budaya,diskusi, reunian, dan out bound. Tersedia  lokasi untuk berkemah.  Kegiatan tersebut, dapat dilakukan sehari saja atau lebih dengan bermalam di tenda.

                                                               Mengudap kue kucur hangat ... hmmm ...
 

Homestay yang hangat

     Beberapa rumah warga, menyediakan kamar yang dapat disewa wisatawan. Salah satunya rumah Samian, ketua Pokdarwis Wisata Jopuro. Homestay-nya pernah diinapi wisatawan mancanegara dari Prancis, Belgia, Polandia, Irlandia, Belanda, Italia, dan Jepang. Interaksi yang hangat diciptakan, agar wisatawan dan anggota keluarganya saling mengenal budaya yang tentunya sangat berbeda.

     Wisatawan yang menginap, disamping mengunjungi Kawah Ijen, juga menjelajah Dusun Rejopuro, dan tentu saja tidak melewatkan untuk bermain air di Wisata Jopuro. “Setelah melihat kemolekan Kawah Ijen, saya ingin wisatawan merasakan kesegaran mandi di pemandian alam ini, dari air sumber yang jernih. Juga memperkenalkan kearifan  lokal Suku Osing. Supaya  liburan mereka mempunyai kesan yang istimewa,” jelas Samian.    

                                  Di homestay Samian. Wisatawan belajar mengenakan sarung dan udeng Banyuwangi
 

Asemrowo, 01 Agustus 2022

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berwisata Di Gunung Bromo