Berwisata Di Gunung Bromo

 BERWISATA DI GUNUNG BROMO

 


          Bisa berwisata di Gunung Bromo merupakan idaman banyak orang. Selama ini  matahari terbit menjadi daya tarik. Apakah hanya itu? Tentu saja tidak. Banyak hal menarik lainnya yang dapat dilihat dan dinikmati.

Lokasi dan Keunikan Wisata Gunung Bromo

          Gunung Bromo berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Terletak  di dalam wilayah 4 kabupaten, yaitu Probolinggo – Pasuruan − Malang dan Lumajang.  Pintu masuknya pun melalui 4 kabupaten tersebut: Cemoro Lawang Probolinggo, Coban Trisula Malang, Penanjakan Pasuruan, dan Senduro Lumajang.

          Atraksi wisata di Gunung Bromo disamping melihat matahari terbit di beberapa tempat – Penanjakan, Bukit Kedaluh (Kingkong), Bukit Cinta, Mentigen, Seruni dan B-29 –  juga mengunjungi Kawah Bromo, Bukit Teletabis, Savana, dan Pasir Berbisik. Semua tempat tersebut mempunyai keunikan masing-masing. Sempatkan menjelajahi setiap sudut untuk mendapatkan kenangan indah tak terlupakan.

Asyiknya Homestay di Pedesaan

          Bila ingin merasakan kedekatan dengan masyarakat setempat, yaitu Suku Tengger, dapat menginap di homestay dan berkegiatan bersama mereka. Telah ada beberapa desa wisata yang menawarkan paket wisata khas desa masing-masing. Meski ada yang belum mempunyai desa wisata, namun desanya mempunyai keindahan memesona. Letak desa-desa tersebut tidak jauh dari 4 pintu masuk menuju  tempat wisata di Gunung Bromo.

          Bila ingin mengetahui kearifan lokal Suku Tengger agar mendapatkan lebih banyak kesan yang spesial, saya sarankan mengunjungi beberapa desa di bawah ini.

1.Desa yang berada di dekat pintu masuk Cemoro Lawang Probolinggo

          Beberapa desa cantik ada di dekat pintu masuk ini, yaitu: Ngadas (kecamatan Sukapura), Jetak, Wonotoro, dan Ngadisari. Dapat berjalan-jalan di desa melihat kehidupan Suku Tengger, ladang sayuran, deretan rumah, Pura Hindu dan Danyang Pleburan (tempat pembakaran petra/simbol orang yang telah meninggal). Dua hal terakhir hanya boleh dilihat dari luar saja.

          Bila ingin trekking  dapat berjalan dari desa tersebut menuju Seruni untuk melihat Kaldera Bromo dan Gunung Semeru. Matahari terbit dan tenggelam bisa dilihat di sini, namun saat matahari bergerak masuk peraduan tidak bisa dilihat, karena terhalang bukit. Tidak masalah. Pergantian warna di langit yang melatar belakangi sekumpulan gunung di kaldera terlihat sangat menakjubkan.

          Mentigen pun merupakan tempat yang nyaman untuk melihat matahari terbit dan tenggelam. Namun puncak Gunung Semeru hanya terlihat sedikit saja.

2.Desa di dekat pintu masuk Coban Trisula

          Desa Ngadas yang elok ada di sini, menawarkan paket wisata berjalan-jalan di desa, melihat matahari tenggelam di desa, beraktifitas di ladang sayuran, memasak bersama tuan rumah, berbincang budaya di pawon (dapur), melihat matahari terbit di Penanjakan, makan pagi ala piknik, trekking jalur leluhur – jalur masyarakat Ngadas tempo dulu menuju Pura Luhur Poten Bromo saat mengikuti Yadnya Kasada. Jalur ini merupakan jalur terdekat untuk berjalan kaki.

3.Desa yang berada di dekat pintu masuk Penanjakan

          Ada lima desa indah yang telah mempunyai paket wisata. Kelima desa ini terlihat mempunyai hal yang sama: ladang sayuran, tempat beribadah, upacara adat, homestay dan beberapa lainnya. Mereka menawarkan atraksi wisata di Gunung Bromo dari semua hal yang tersedia. Berjalan-jalan di desa, belajar menanam sayuran, memasak bersama tuan rumah, gegeni (berdiang) ala Tengger (berbincang di dekat tungku arang yang menyala), melihat upacara adat yang sedang digelar, melihat matahari terbit di Penanjakan, serta beberapa lainnya. Agar menarik wisatawan datang, meski terlihat mirip, mereka memunculkan ciri khas di desa yang tidak sama dengan desa lainnya.

          Inilah ciri khas yang dipunyai

  •  Desa Baledono

                 Desa Baledono mempunyai tempat wisata seperti Bromo Forest, Tundo Pitu, Natural Bromo, dan Café Onok Kopi.

  • Desa Tosari

          Ingin makan manisan Carika? Selain di Dieng, bisa mendapatkannya di Desa wisata Bala Daun di Dusun Wonokerto. Carika diproduksi menjadi manisan, sirup, dodol, permen, dan sabun. Disamping itu desa ini juga mempunyai batik Tosarian. Batik? Iya. Bila ingin belajar membatik bisa lho.

  •  Desa Podokoyo

          Desa ini ternyata juga mempunyai batik khas Tengger. Apakah sama dengan batik Tosarian? Nah, silakan membuktikan sendiri dengan berkunjung. Belajar membatik pun bisa dilakukan.

  • Desa Ngadiwono

          Matahari tenggelam dapat dilihat di desa ini. Tentunya sangat indah. Sambil melihat rumah masyarakat yang berada di kaki bukit.

  •  Desa Wonokitri

          Desa ini mempunyai Taman Eidelweis. Spesial banget kan? Matahari tenggelam bisa dilihat di taman ini.

4.Desa yang berada di dekat pintu masuk Senduro

          Ada dua desa menawan, yaitu Desa Ranupani dan desa Argosari. Ingin berkemah di tepi danau dan menjelajah hutan? Desa Ranupani tempatnya.  Ingin melihat matahari terbit di B-29? Bisa menginap di Desa Argosari.

           Masih banyak tempat yang bisa dikunjungi dan tentunya juga masih banyak hal yang bisa dipelajari bila berwisata di Gunung Bromo. Tentukan keinginan dan sediakan waktu untuk mengeksplore setiap sudutnya.

Surabaya, Kamis 08 Juli 2021

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini