KEBANGKITAN DUNIA LITERASI DI ERA DIGITAL
Tulisan: Yoni Astuti
Hari Kebangkitan Nasional ke-113, Kamis 20 Mei 2021, diisi dengan peluncuran Program Literasi Digital Nasional. Momentum ini merupakan kebangkitan dunia Literasi di era digital. Dalam peluncuran Literasi Digital Nasional, Menteri Komunikasi dan Informatika (menkominfo) Johnny G Plate, menjelaskan momentum ini dilakukan tanggal 20 Mei yang menjadi suatu momentum baru kebangkitan nasional di ruang digital. Menkominfo juga menjelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor terpenting dalam mengembangkan literasi digital masyarakat.
Mengutip dari Wikipedia, literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi digital merupakan respons terhadap perkembangan teknologi dalam menggunakan media untuk mendukung masyarakat memiliki kemampuan membaca serta meningkatkan keinginan masyarakat untuk membaca.
Masih mengutip dari Wikipedia, elemen-elemen untuk mengembangkan literasi digital:
*Kultural, yaitu pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital.
*Kognitif, yaitu daya pikir dalam menilai konten.
*Konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual.
*Komunikatif, yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital.
*Kepercayaan diri yang bertanggung jawab.
*Kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru.
*Kritis dalam menyikapi konten dan bertanggung jawab secara sosial.
Prinsip dasar pengembangan literasi digital:
1.Pemahaman untuk mengekstrak ide secara eksplisit dan implisit dari media.
2.Saling ketergantungan antara media yang satu dengan media yang lain.
3.Faktor sosial menentukan keberhasilan jangka panjang media yang membentuk ekositem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi, dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri.
4.Kurasi atau kemampuan untuk menilai sebuah informasi, menyimpannya agar dapat diakses kembali.
Kerangka literasi digital Indonesia:
1.Proteksi (safeguard). Perlunya kesadaran atas keselamatan dan kenyamanan pengguna internet, yaitu perlindungan data pribadi, keamanan daring serta privasi individu dengan layanan teknologi enkripsi sebagai salah satu solusi yang disediakan.
2.Hak-hak (right). Hak kebebasan berekspresi yang dilindungi, hak atas kekayaan intelektual, serta hak berserikat dan berkumpul.
3.Pemberdayaan (empowerment). Pemberdayaan internet untuk menghasilkan karya produktif, jurnalisme warga, kewirausahaan, dan hal-hal terkait etika informasi.
Dalam melakukan aktifitas sehari-hari saat ini tidak terlepas dari perangkat digital. Paling sederhana adalah gawai. Di gawai yang kecil kita bisa melihat dunia, melalui jendela-jendela yang tersedia. Kita tinggal meng-klik. Berjuta informasi akan muncul. Nah, apakah semua informasi tersebut semuanya benar adanya? Kutipan dari Wikipedia di atas telah menjelaskan beberapa hal agar kita memahami leterasi digital yang ada, hingga saat hendak menulis melakukannya dengan bertanggung jawab dan saat membaca memilih bacaan yang bertanggung jawab pula.
Kebangkitan dunia literasi di era digital akan memberikan kemudahan pada kita semua untuk mendapatkan berbagai informasi. Khususnya bagi saya sebagai seorang Tourist Guide. Bila di satu saat tiba-tiba wisatawan bertanya tentang sesuatu yang belum pasti saya ketahui, maka saya tinggal membuka gawai dan mendapatkan informasi yang diperlukan. Saya pun dapat membaca informasi tentang adat istiadat dan budaya di negara wisatawan dengan mudah, tanpa perlu membeli bukunya yang kemungkinan besar tidak ada di toko buku.
Bagi masyarakat yang bekerja di pariwisata, dapat memasarkan usaha yang mereka punyai secara online – hotel, homestay, tempat wisata, transportasi, rumah makan, café, toko cendera mata, dan lainnya.Tidak hanya pekerja pariwisata, namun semua orang dapat mempromosikan semua hal yang dijual.
Apakah semua orang telah melek teknologi, hingga bisa mudah mendapatkan informasi secara digital? Tentu saja belum. Oleh karenanya, agar dapat mengikuti zaman, sebaiknya mulai mempelajari dunia digital, dimulai dari yang paling mudah. Siapa tahu, usaha kecil-kecilan yang dijalankan di rumah dapat dipromosikan lewat media sosial. Bila disertai dengan foto produk yang bagus dan cerita menarik tentang produk itu, tentunya akan dapat mencuri hati banyak orang. Bila terjadi, rezeki akan mengalir dengan deras.
Inilah sekelumit yang dapat saya tulis dari sekian banyak kemudahan bila menggunakan literasi di era digital.
Asemrowo, 30 Mei 2021.
Komentar
Posting Komentar